Selasa, 17 Mei 2011

Pertempuran Ambarawa

          Pasukan sekutu mendarat di pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pasukan sekutu tiba di Semarang pada tanggal 20 oktober 1945 untuk mengurus tawanan perang yang dipimpin oleh Brigjen Bethel.
          Hal yang membuat marah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan para pemuda Semarang kepada sekutu adalah mereka secara diam-diam membebaskan interniran Belanda di Magelang pada tanggal 20 oktober 1945.  Petempuran berhenti setelah Presiden Soekarno dan Brigadir Jenderal Bethel datang di Magelang melakukan perundinagn gencatan senjata pada tanggal 2 november 1945.
          Pada tanggal 21 november 1945 tentara sekutu secara diam-diam meninggalkan magelang untuk menguasai ambarawa. Pada tanggal 26 november 1945 terjadi pertempuran antara pasukan TKR dari Purwokerto pipinan Letkol Isdiman dan pasukan sekutu. Colonel Sudirman yang segera menyusun rencana penyerangan sebagai berikut :
a.    Serangan dilakukan secara serentak dan mendadak dari semua sector,
b.    Setiap komando soktor bertindak sebagai pimpinan penyerangan,
c.    Anggota badan-badan perjuangan dan rakyat sebagai tenaga cadangan,
d.    Ditentukan hari serangan tanggal 12 desember 1945.
Pada tanggal 15 desember 1945 pasukan sekutu berhasil dipukul mundur dari Ambara dan mengundurkan diri ke Semarang. Atas keberhasilan itu maka 15 desember oleh pemerintah RI khususnya TNI-AD ditetapkan sebagai hari Juang Kartika dan diperingati setiap tahunnya oleh pihak TNI-AD.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar